SPIRITKITA.ID - Usia remaja adalah usia penuh energi. Di usia ini, masa pencarian jati diri sedang berlangsung. Hal-hal baru selalu ingin dicobanya yang merupakan bagian dari gejola emosi jiwa.
Jika di usia remaja (17 tahun ke atas) tak bisa dikendalikan akan menimbulkan kenakalan remaja. Narkoba, free sek, tawuran, pergaulan bebas, adalah bentuk dari kenakalan remaja. Banyak yang dirugikan mulai dari keluarga dan lingkungan sosial.
Kenakalan remaja dapat terjadi karena berbagai faktor yang kompleks dan saling terkait. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenakalan remaja bersumber dari asisten AI :
Faktor Internal
1. Perubahan hormonal: Perubahan hormonal selama masa pubertas dapat mempengaruhi emosi dan perilaku remaja.
2. Kurangnya pengawasan: Kurangnya pengawasan dari orang tua atau wali dapat membuat remaja merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas.
3. Kurangnya kemampuan mengelola emosi: Remaja yang belum memiliki kemampuan mengelola emosi yang baik dapat lebih rentan melakukan kenakalan.
4. *Kurangnya rasa percaya diri*: Remaja yang memiliki rasa percaya diri yang rendah dapat lebih rentan melakukan kenakalan untuk mencari perhatian atau pengakuan.
Faktor Eksternal
1. Pengaruh lingkungan: Lingkungan yang tidak seimbang atau tidak mendukung dapat mempengaruhi perilaku remaja.
2. Pengaruh media sosial: Media sosial dapat mempengaruhi perilaku remaja dengan menampilkan konten yang tidak pantas atau mempromosikan kenakalan.
3. Pengaruh teman: Teman-teman yang memiliki perilaku kenakalan dapat mempengaruhi remaja untuk melakukan hal yang sama.
4. Kurangnya kesempatan: Kurangnya kesempatan untuk melakukan kegiatan yang positif dapat membuat remaja mencari kegiatan yang tidak pantas.
Faktor Keluarga
1. Kurangnya komunikasi: Kurangnya komunikasi antara orang tua dan remaja dapat membuat remaja merasa tidak didengar atau tidak dipahami.
2. Kurangnya pengawasan: Kurangnya pengawasan dari orang tua dapat membuat remaja merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas.
3. Konflik keluarga: Konflik keluarga dapat mempengaruhi perilaku remaja dan membuat mereka lebih rentan melakukan kenakalan.
4. Kurangnya kasih sayang: Kurangnya kasih sayang dari orang tua dapat membuat remaja merasa tidak dicintai atau tidak dihargai.
Faktor Pendidikan
1. Kurangnya kesempatan belajar: Kurangnya kesempatan belajar dapat membuat remaja merasa bosan atau tidak memiliki tujuan.
2. Kurangnya dukungan: Kurangnya dukungan dari guru atau teman dapat membuat remaja merasa tidak didukung atau tidak dipahami.
3. Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan keterampilan*: Kurangnya kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dapat membuat remaja merasa tidak memiliki kemampuan atau tidak memiliki tujuan.