Floating Image
Floating Image
Jumat, 4 April 2025

Korupsi di Indonesia: Dari Pejabat hingga Perlawanan Generasi Muda


Oleh Restu Nugraha
04 April 2025
tentang Inspiratif
Korupsi di Indonesia: Dari Pejabat hingga Perlawanan Generasi Muda - Sport Jabar

Hubungan dekat antar pejabat dan pengusaha sering kali menciptakan sistem saling melindungi, yang menyulitkan pemberantasan korupsi.

415 views

SPIRITKITA.ID - Korupsi di Indonesia, masih menjadi momok menakutkan bagi masa depan bangsa.  Meskipun upaya pemberantasan terus dilakukan, praktik ini masih merajalela.  Dari pejabat tinggi hingga lapisan masyarakat, korupsi merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.  Bagaimana potret fenomena ini dan bagaimana generasi muda Indonesia meresponsnya?

Korupsi adalah salah satu penyakit terbesar bangsa Indonesia.  Maraknya korupsi yang melibatkan pejabat publik dari pusat hingga daerah, telah merampas harta rakyat dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan.  Kekayaan negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, justru dinikmati segelintir orang.  Sementara itu, rakyat harus menanggung beban kemiskinan.

Namun, di tengah keprihatinan tersebut,  muncul semangat perlawanan dari generasi muda. Mereka  menunjukkan kreatifitas dan inovasi dalam melawan korupsi.

Mengapa Korupsi Masih Marak di Indonesia?

Redaksi akan menguraikan beberapa faktor utama yang membuat praktik korupsi masih subur di Indonesia.  Faktor-faktor ini dihimpun dari berbagai pandangan para aktivis anti-korupsi:

1. Sistem Politik yang Mahal: Biaya kampanye politik yang tinggi mendorong beberapa pejabat untuk mencari cara mengembalikan modal setelah terpilih.

2. Pengawasan yang Lemah: Meskipun lembaga seperti KPK, BPK, dan Kejaksaan ada, praktik korupsi tetap terjadi akibat pengawasan yang lemah dan konflik kepentingan yang sering muncul.

3. Budaya Patronase dan Nepotisme: Hubungan dekat antar pejabat dan pengusaha sering kali menciptakan sistem saling melindungi, yang menyulitkan pemberantasan korupsi.

4. Rendahnya Integritas dan Mentalitas Pelayanan Publik: Banyak pejabat melihat jabatan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bukan sebagai amanah untuk melayani masyarakat.  Hal ini menyebabkan korupsi dianggap sebagai hal lumrah dalam birokrasi, terutama dalam proyek-proyek pengadaan barang dan jasa.

5. Hukuman yang Tidak Menjerakan: Hukuman yang ringan dan pemberian remisi seringkali tidak memberikan efek jera bagi para koruptor.

Pandangan Generasi Muda tentang Korupsi

Generasi muda Indonesia semakin memahami dampak negatif korupsi terhadap masa depan mereka. Mereka prihatin karena:

Korupsi Merusak Peluang dan Kesejahteraan: Korupsi di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan menghambat anak muda untuk mendapatkan kesempatan yang adil.
Sulitnya Membangun Karier Tanpa “Orang Dalam”: Banyak anak muda menghadapi sistem yang penuh dengan kolusi dalam upaya mendapatkan pekerjaan atau beasiswa.
Kesenjangan Sosial yang Meningkat:  Korupsi memperlebar jurang kaya-miskin, di mana pejabat hidup mewah sementara rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Perlawanan Generasi Muda terhadap Korupsi

Meskipun menghadapi tantangan besar, anak muda terus berjuang melawan korupsi melalui berbagai cara kreatif, seperti: Kampanye di Media Sosial: Mereka menggunakan platform seperti Twitter, Instagram, dan TikTok untuk menyuarakan kritik dan mengampanyekan perubahan.

Semoga tulisan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang fenomena korupsi di Indonesia dan peran generasi muda dalam melawannya.

Baca Juga : Media Sosial Sebagai Sarana Pengembangan Diri dan Kreatifitas

Baca Juga : 
Begini Pandangan Ketua Serumpun Remaja KBB Tentang Hukuman Bagi Para Maling Duit Rakyat

(*)

Penulis

Restu Nugraha

Berita Lainnya dari Inspiratif

  • Oleh: Restu Nugraha
  • 23 September 2024
Begini Nih Jadinya Jika Pacaran Tanpa Batas
  • Oleh: Restu Nugraha
  • 23 September 2024
Calvin Verdonk Berharap Segera Bertemu Sang Ayah