SPIRITKITA.ID - Jaman yang semakin maju hadirkan berbagai ragam fenomena, salah satunya terkikisnya rasa kebersamaan. Rasa ini kini terasa hampa terutama bagi kalangan remaja. remaja atau pemuda sekarang lebih asik dengan dunia masing-masing seolah tak peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Hadirnya internet tak bisa dilepaskan dari kondisi seperti ini. Gadget atau dawai menjadi teman yang paling setia mengalahkan rasa kebersamaan. Gadis remaja benama Nina Marlina, mengamini hal ini.
”Iya bener beda sama jaman dulu, sekarang masing – masing lebih memprioritaskan gadget. Sudah engga peduli sama teman dan lingkungan sekitar,”katanya pada Redaksi.
Nina, begitu disapa, mengatakan, dirinya tak menolak kemajuan ilmu dan teknologi karena banyak manfaatnya, tapi tidak pula harus mengikis kebersamaan dan kehangatan dalam pergaulan sehari-hari.
Lalu mojang Bandung ini menilai, kebersamaan bisa kembali hangat jika remaja masa kini diperhatikan dan diberi ruang untuk mengespresikan potensinya. Apa sih yang tidak mungkin, asalkan pemerintah ada niat kuat untuk memberdayakan potensi dan kreatifitas anak muda. Dalam sejarah bangsa Indonesia, pemuda telah membuktikan sebagai salah satu elemen penting dalam perjalanan kehidupan bangsa dan negara. Baca Juga : Usia Remaja Sudah Hajjah, Begini Pengalamannya Baca Juga : Pemuda Ini Punya Tekad Kuat Untuk Lepas dari Narkoba dan Minuman Keras
“Menurut saya bisa. Pemerintah merangkulnya dan memperhatikan remaja milineal dengan banyak program yang bisa menumbuhkan kreatifitas. Apalagi sekarang serba mudah mau akses apapun juga bisa,”jelas calon dokter tersebut.
Lanjutnya, jika pemerintah tidak perhatian terhadap kondisi remaja sekarang, imbasnya generasi muda acuh terhadap keadaan negara. Sedangan masa depan suatu negara itu terletak di pundak generasi muda, bila generasi mudanya tangguh nicscaya negara akan tangguh. Jangan sampai, hampanya kebersamaan menjadi pemicu hilangnya rasa nasionalisme.
”Tidak menelantarkan lah. Sekarang banyak kan yang sudah engga peduli sama negara, jadi seengganya negara memperhatikan. Tadi perhatiannya bisa bentuk fasilitas untuk kreatif dan prestasi, efeknya akan terbangun kebersamaan,”jelas Nina.
Karena itu sebagai remaja milineal, Nina mengajak untuk lebih sering berbagi dengan mengikuti berbagai kegiatan. Gadget yang dipegang setiap hari hendaknya tidak melupakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Ia membandingkan kebersamaan remaja tempo dulu yang terasa hangat.
“Lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Kebersamaan bisa dirasakan lagi, engga kecanduan sama gadget,”harapnya menutup.